Pemimpin Dalam Pandangan Islam

Posted: 22/01/2011 in Tak Berkategori
Tag:, , ,

ABSTRAK

Seorang lelaki (pemimpin) terkadang berbanding seratus, bahkan seribu orang. Dan seorang pemimpin pilihan kadang kala imbangannya adalah satu bangsa, sehingga dikatakan: Seorang pemimpin  yang punya cita-cita besar bisa menghidupkan satu kaum (bangsa). (Wise Word)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I.   PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Keadaaan dari konsisi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Cirebon kini sedang dipertanyakan eksistensinya. Karena banyak sekali civitas akademika di STAIN Cirebon berpendapat bahwa ada atau tiadanya BEM adalah sama saja. Atau ada ypendapat yang lebih miris lagi bahwa BEM STAIN Cirebon hanya mementingkan golongan tertentu saja dan tidak mewakili aspirasi seluruh mahasiswa.

Jika kita berbicara mengenai suatu organisasi baik itu BEM, DPM, BEMJ, HMPS, UKM, dan yang lainnya. Maka yang menjadi peran sentral utama dalam organisasi tersebut adalah pemimpin dari organisasi tersebut. Apakah pemimpin tersebut memimpin dengan gaya demokratis, otoriter, maupun dengan gaya Islam.

Penulis sendiri berpendapat bahwa peran seorang pemimpin ini sangatlah urgen karena dari seorang pemimpin inilah akan dilihat kemajuan atau kemunduran atau bahakn kahancuran dari sebauah organisasi. Dan untuk memimpin organsisasi baik dalam skala yang kecil maupun dalam skala yang besar sesungghunya Islam telah mengatur hal tersebut.

Dan untuk mengetahui seharusnya bagaimana seorang pemimpin melaksanakan kepemimpinnanya dalam gaya Islami maka penulis akan memaparkannya dalam karya ilmiah berikut ini.

 

B.  Perumusan Masalah

Dengan melihat latar belakang yang telah diemukakan, maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dab akan dibahas dalam karya ilmiah ini adalah

  1. Apa definisi dari pemimpin/ kepemimpinan ?
  2. Bagaimana Islam mengatur cara kepemimpinan seseorang ?
  3. Bagaimana ciri-ciri, karakteristik, prinsip-prinsip yang harus dimilki pemimpin dalam pandangan Islam ?

C.  Tujuan Penulisan Karya Ilmiah

Tujuan penulisan dari karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi persyaratan Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) /  Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapresma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Cirebon periode 2009 -2010.

 

D.  Metode Penulisan Karya Ilmiah

Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis mempergunakan metode kepustakaan. Yakni pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan literatur yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah atau teknik penulisan karya ilmiah dan yang berkaitan dengan pandangan Islam terhadap pemimpin sebagai informasi tambahan.

 

E.  Sistematika Penulisan

Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan dimulai dari bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Bab berikutnya, penulsi akan menggambarkan tentang pemimpin dalam pandangan Islam.

Pada bab ketiga merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini penulis akan menyimpulakn dari uraian-uraian sebelumnya mengenai pemimpin dalam pandangan Islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II.   PEMBAHASAN

2.1   Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan diartikan sebagai :

  • Orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi (karena wibawa, pengetahuan atau dapat melakukan komunikasi)
  • Dan mengkoordinasikan untuk mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya
  • Untuk mencapai tujuan

Kepemimpinan adalah :

Ø  mengetahui apa tindakan berikutnya

Ø  mengetahui mengapa tindakan itu penting

Ø  mengetahui bagaimana menggunakan sumber-sumber yang ada

(Maka seorang pemimpin adalah orang yang bisa menjawab itu semua)

 

2.2    Pemimpin dan Pengikut

Pemimpin yang baik menyadari bahwa mereka juga harus menjadi pengikut yang baik. Boleh dikatakan, pemimpin juga harus melapor kepada seseorang atau kelompok. Oleh sebab itu mereja juga harus menjadi pengikut yang baik. Pengikut yang baik harus menghindari persaingan dengan pemimpin, bertindak dengan setia, dan menanggapi ide, nilai dan tingkah laku pemimpin secara konstruktif.

Pemimpin adalah seseorang yang mau dipimpin.Pemimpin harus senantiasa memberi perhatian pada kesejahteraan anggotanya.

 

2.3  Ciri-ciri Pemimpin Islam

A.    Setia

Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat kesetiaan kepada Allah

B.     Tujuan Islam secara Menyeluruh

Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi juga dalam ruang lingkup tujuan Islam yang luas

C.     Berpegang pada Syariat dan Akhlak Islam

Pemimpin terikat dengan peraturan Islam, dan boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang pada perintah Syariat Waktu mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam

D.    Pengemban Amanat

Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah yang disertai oleh tanggungjawab yang besar. Qur’an memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap baik kepada pengikutnya. (22:41)

2.4   Jenis-jenis Kepemimpinan

Dalam pelaksanaan, gaya kepemimpinan bervariasi :

Otokrat :

  • Kurang mempercayai anggota kelompoknya
  • Hanya mempercayai bahwa imbalan materi sajalah yang mendorong orang untuk bertindak
  • Perintah yang dikeluarkan harus dilaksanakan tanpa pertanyaan

Otokrat yang baik :

  • Memberikan perhatian kepada pengikut-pengikutnya
  • Memberi kesan seperti yang demokratis
  • Senantiasa membuat keputusan sendiri

Demokratis :

  • Membuat keputusan bersama dengan anggota kelompok
  • Menerangkan sebab-sebab keputusan yang dibuat sendiri kepada kelompok
  • Menyampaikan kritikan dan pujian secara obyektif

Laissez Faire :

  • Tidak mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya
  • Tidak menetapkan tujuan untuk kelompok
  • Memperkecil komunikasi dan hubungan kelompok

 

2.5   Karakteristik Gaya Kepemimpinan

A.    PEMAKSA

a.       Senang menghukum tapi tidak suka memberi penghargaan

b.      Berpendapat bahwa orang-orang pada dasarnya malas dan harus di”paksa” untuk bekerja

c.       Tidak suka menerima umpan balik dari bawahannya atau orang-orang sekitanya

B.     PENDOBRAK

a.       Punya motivasi prestasi (achievement) yang tinggi

b.      Melakukan segala-galanya sendirian

c.       Tidak suka mendelegasikan wewenang dan tanggung-jawabnya

d.      Tidak menaruh perhatian pada orang-orang disekitarnya

e.       Punya standar mutu kerja yang tinggi, tapi tidak memiliki sifat sebagai pemimpin yang baik

C.     PENGUASA

a.       Usul-usul atau pendapatnya diajukan secara halus dan terselubung hingga kurang jelas bagi orang lain

b.      Memberikan hukuman tapi juga suka memberi penghargaan

c.       Suka mendengar umpan balik dari bawahan dan orang-orang sekitarnya, tetapi hanya untuk kepentingan sendiri

D.    PENYAYANG

a.       Suka memanjakan anggota atau bawahannya

b.      Nyaris tidak punya rencana kerja

c.       Selalu memberi penghargaan, tidak suka menghukum

d.      Nyaris tak bisa mengatur pekerjaannya sendiri

E.     DEMOKRAT

a.       Selalu punya rencana kerja terperinci

b.      Banyak menaruh perhatian pada orang-orang sekitarnya

c.       Suka menanyakan pendapat setiap orang

d.      Memberi penghargaan, tidak suka memberi hukuman

F.      PEMBINA

a.       Menetapkan tujuan dengan jelas, memberikan tantangan tetapi moderat resikonya

b.      Suka menerima dan memberikan umpan-balik terperinci

c.       Memberi penghargaan, tapi juga memberi hukuman

d.      Mendelegasikan wewenang dan memberi bantuan kepada anggota atau bawahannya

e.       Bawahan mempercayai dan menghormatinya

2.6   Apakah Pemimpin mengekor Pengikut ?

Sebagian pemimpin kadang-kadang mengikuti pengikutnya. Mereka melepaskan fungsi kepemimpinan ketika tindakan mereka hanya sekedar cerminan kehendak atau perilaku pengikutnya. Mereka tidak lagi menentukan arah yang seharusnya diikuti dan dilaksanakan. Para pengikut mereka membuat penilaian yang salah bahwa tindakan pemimpin tersebut sebagai keputusan yang popular. Lambat laun para pengikut itu menyadari bahwa mereka mampu bekerja tanpa pemimpin.

Barisan sedang melewati suatu jalan, tiba-tiba terdengar teriakan di tengah massa yang menonton barisan itu :

“Berhati-hatilah. Kalian bergerak ke arah yang salah. Ini jalan buntu.”

Orang yang berbaris itu berhenti …. cemas …. “ Mungkinkah hal ini terjadi?”. Mereka bepikir, dan melihat, lalu menuju ke depan, tinggi dan megah, pemimpin mereka yang gagah terus berjalan.

Pasti ia menuju ke jalan yang benar, pikir mereka. “Lihatlah, bagaimana ia melangkah! Betapa tingginya ia berdiri. Sudah pasti itu benar!”

…. dan merekapun terus berjalan.

Pemimpin yang gagah itu berhenti sebentar … cemas … “Tetapi apakah ini mungkin?” sambil berpikir ia menoleh ke belakang.

“Saya pasti menuju ke jalan yang benar,” ia berpikir sebentar, lalu: “Lihat betapa banyaknya pengikut saya. Saya pastilah berada di jalan yang benar.”

…. dan dia terus berjalan ……

 

2.7   Yang Harus Dimiliki seorang Pemimpin :

Motivation

Pengendalian, tenaga, inisiatif, keberanian dan kesanggupan “memulai dari diri sendiri” dan pendirian yang tetap serta keinginan yang kuat untuk mencapai sesuatu.

Power of 4 kinds

 

1. Leader Power

Inside [skill] :

o   Decision making

Dalam melaksanakan pengambilan keputusan dapat dilakukan berbagai macam pendekatan salah satunya adalah :

1.      Definisikan masalah

2.      Tentukan batasan untuk masalah

3.      Tentukan prosedur untuk pemecahan masalah

4.      Tentukan siapa yang harus memecahkan masalah

5.      Mendapatkan pemecahan masalah (Diterima / Dikembalikan)

6.      Tentukan siapa yang harus melaksanakan pemecahan masalah dan kapan

7.      Tentukan siapa yang mengkontrol pelaksanaan pemecahan masalah

8.      Terima hasil pengkontrolan pelaksanaan

9.      Bila pemecahan masalah tidak berhasil cari solusi terbaik lainnya dan lanjutkan dari langkah 6

o   Bersikap adil

o   Bertanggung jawab

o   Dapat dipercaya

o   Aligning (mampu mengorganisir dengan rapi)

2. Goal Power [vision]

Visi adalah pandangan yang menggambarkan :

  • Kemana anda akan menuju
  • Bagaimana
  • Dan apa yang akan anda lakukan

Parameter visi

  • Focus
  • Jelas, lugas
  • Mudah dicapai [bukan berarti tanpa tantangan]

Langkah pencapaian visi adalah dengan menetapkan sasaran

Parameter sasaran : SMART

Dalam mencapai visi kita maka visi tersebut harus permanen [sehingga arahnya tidak berubah ubah] sedangkan sasarannya dapat berubah-ubah [“Banyak jalan menuju Roma”]

Tugas : minta setiap peserta membuat contoh visi dan sasarannya masing-masing jika mereka mendapat jabatan kepemimpinan tertentu (ketua bidang atau ketua kepanitiaan misalnya)

 

3. Follower Power

Needs of followers [based on Maslow’s need hierarchy] :

a.       physical needs [house, food, clothes]

b.      safety [security]

c.       social [has friends, accepted]

d.      ego [has status, is viewed with esteem]

e.       self actualization [opportunity to realize full potential]

Untuk mendapatkan pengikut maka pemimpin harus dapat menarik perhatian mereka. Hal yang menarik perhatian pengikut antara lain :

(1) confidence [rasa percaya diri seorang pemimpin]

(2)   creativity [kreativitas yang tinggi dari seorang pemimpin dalam penentuan langkah]

(3)   caring [tidak ada orang yang tidak penting]

(4)   consideration [memperlakukan orang sesuai dengan apa yang orang tersebut harapkan dan seorang pemimpin membantunya menjadi sesuatu yang ia capable didalamnya]

Managerial leadership power adalah keadaan termotivasi secara personal untuk mempengaruhi orang lain dalam rangka mencapai suatu tujuan:

o   Bagaimana cara mendapatkannya

§  Dengan kreasi motivasi dari dalam dirinya

§  Dengan inspirasi yang berasal dari luar dirinya

o   Tujuannya

Untuk membakar rasa enthusiasm diantara orang-orang dalam organisasi dan mempengaruhi mereka untuk menjadi tertarik dengan kontribusi personal mereka dalam pencapaian tujuan organisasi

 

4. Communicatioin Power

“a leader must be able to get his message across to those who would follow”

Communication skill

a.       dapat menjelaskan secara jelas tujuan ataupun visi mereka kepada pengikut mereka

b.      empowering [memaksimalkan potensi, bakat dan energi serta kontribusi pengikut]

c.       modeling [membangun rasa kepercayaan diantara pengikut dan semua]

d.      dapat memecahkan problem yang terjadi

 

2.8   Prinsip-prinsip dasar operasional kepemimpinan Islam

  1. Musyawarah

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan-nya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari Rezki yang Kami Berikan kepada mereka.” (QS. Asy Syu’ara 42:38)

 

Pelaksanaan musyawarah memungkinkan anggota turut serta dalam proses pembuatan keputusan. Pada saat yang sama musyawarah berfungsi sebagai tempat mengawasi tingkah laku pemimpin jika menyimpang dari tujuan umum kelompok.

Tentu saja pemimpin tidak wajib melakukan musyawarah untuk setiap masalah. Masalah rutin hendaknya ditanggulangi secara ber-beda dengan masalah yang menyangkut pembuatan kebijaksanaan. Apa yang rutin dan apa yang tidak harus dirumuskan oleh masing-masing kelompok sesuai dengan ukuran, kebutuhan, sumber daya manusia dan lingkungan yang ada. Secara umum, petunjuk berikut ini dapat membantu untuk menjelaskan lingkup musyawarah :

  • Urusan-urusan administratif dan eksekutif diserahkan kepada pemimpin
  • Persoalan yang membutuhkan keputusan segera harus ditangani oleh pemimpin dan disajikan kepada kelompok untuk ditinjau dalam pertemuan berikutnya
  • Anggota kelompok atau wakil mereka harus mampu memeriksa ulang dan menanyakan tindakan pemimpin secara bebas tanpa rasa segan dan malu
  • Kebijaksanaan yang hendak diambil, sasaran jangka panjang yang direncanakan dan keputusan penting yang harus diambil para wakil terpilih diputuskan dengan cara musyawarah. Masalah ini tidak boleh diputuskan oleh pemimpin seorang diri.
  1. Adil

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menunaikan (mengembalikan) amanat kepada yang berhak (ahlinya).” (QS. An-Nisa’ 4:58)

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berbuat yang tidak adi. Beraku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maidah 5:8)

  1. Kebebasan Berpikir

Pemimpin Islam hendaklah memberikan ruang dan mengundang anggota kelompok untuk dapat mengemukakan kritiknya secara konstruktif, menciptakan suasana kebebasan berpikir dan pertuka-ran gagasan yang sehat dan bebas, saling menasehati satu sama lain sedemikian rupa, sehingga para pengikutnya merasa senang mendiskusikan persoalan yang menjadi kepentingan bersama.

Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh kepemimpinan :

Pertama : Mengenal dakwah

Pemimpin harus memahami dengan baik seluk beluknya yang bersifat ideology, doktrin dan organisasi serta menekuni kegiatan-kegiatannya dan menghayati segala aktivitas dan sepak terjangnya.

Pertanggungjawaban kepemimpinan sungguh menuntut dari tokohnya hubungan yang terus menerus dengan bawahan serta mengenal berbagai pandangan dan problema mereka termasuk penghayatan dan mempelajari pengalaman yang berguna bagi kedua belah pihak.

Kedua : Mengenal diri sendiri

Yaitu mengenal titik-titik kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri.

Oleh sebab itu, ia harus :

  • Mengakui & menyadari titik-titik kelemahan yang ada padanya serta berusaha memperkuatnya.
  • Menemukan titik-titik kekuatan yang ada padanya serta berusaha pula memanfaatkan dan mengembangkannya.
  • Berambisi mengembangkan pengetahuan umum dan menelaah berbagai obyek, pandangan dan pemikiran-pemikiran politik, social, ekonomi, dst.
  • Mempunyai perhatian untuk mengkaji dan mempelajari berbagai tokoh pemimpin kaum Muslimin dan lainnya serta mengenal berbagai metode dan gaya kepeimpinan mereka demikian juga berbagai sarana dan factor kesuksesan dan kegagalan mereka.

Ketiga : Pengayoman yang kontinu/ Perhatian penuh

Keterlibatan seorang pemimpin dalam mengawasi aktifitas individu-individu mengenal mereka dengan baik, menghayati ihwal dan kedudukan mereka secara khusus ataupun secara umum, kebersamaan dalam suka duka dan berusaha memecahkan segala problema mereka… Semua itu membantu memantapkan mereka dan memperteguh kepercayaan mereka, selanjutnya dapat memanfaatkan tenaga mereka dengan baik.

Keempat : Teladan yang baik

Tingkah laku, kegiatan vitalitas dan mobilitas, akhlak, perkataan dan aktifitas-aktifitas serta karya seorang pemimpin mempunyai dampak aktif terhadap seluruh jama’ahnya.

Kelima : Pandangan yang tajam

Kemampuan seorang pemimpin melakukan penilaian dengan cepat dan tepat bagi berbagai keadaan dan memberikan keputusan yang tepat dalam bermacam-macam ihwal dan situasi kondisi, niscaya akan mengokohkan kepercayaan dan penghargaan para individu.

Keragu-raguan, ketertutupan, kebingungan dan kerancuan dapat pula menciptakan kevakuman dan kelemahan kepercayaan serta melenyapkan disiplin.

Keenam : Kemauan yang kuat

Dimana dengan itu ia dapat mengatasi kesulitan dan menyelesaikan problema serta melewati liku-liku perjalanan.

Ketujuh : Kharisma kepribadian yang fitrah

Hal ini adalah sifat karakteristik bakat yang jika terdapat pada seorang pemimpin, ia akan mampu mempesona hati tanpa kesulitan. Unsur ini termasuk unsur yang paling kuat dalam membentuk pribadi pemimpin.

Kedelapan : Optimisme

Seorang pemimpin sepatutnya selalu diliputi cita-cita dan jiwa yang bersih serta lapang dada; tanpa memalingkannya dari sikap mawas diri.

Keputus-asaan merupakan salah satu factor yang berbahaya diantara faktor-faktor penyebab keruntuhan dan kehancuran dalam kehidupan individu dan jama’ah.

Jika pemimpin menjadi kendor dan putus asa, barisannya pun akan mengalami kekendoran dan keputus-saan. Jika pemimpin tangguh dihadapan berbagai tantangan, maka jiwa optimis dan maju akan meresap ke dalam setiap individu dan pasukan.

Di antara contoh kelemahan pemimpin adalah peristiwa dimana seorang penanggung jawab dari salah satu jamaah Islam merasa kecil hati terhadap para pasukan (anggotanya) jika mereka dirasa sudah melampauinya di bidang ilmu pengetahuan, kualifikasi organisasi, pendidikan, atau lain sebagainya. Hal demikian berakhir dengan melepaskan mereka, dan amal keislaman mereka dicukupkan dengan mendidik para pemula saja tiada lain.

BAB IV.   KESIMPULAN

Dari pembahasan dalam karya ilmiah ini, kesimpulan penulis adalah sebagai berikut :

1)      Kepemimpinan diartikan sebagai Orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi (karena wibawa, pengetahuan atau dapat melakukan komunikasi), Dan mengkoordinasikan untuk mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya Untuk mencapai tujuan.

2)      Ciri-ciri Pemimpin Islam : Setia, Tujuan Islam secara Menyeluruh, Berpegang pada Syariat dan Akhlak Islam, Pengemban Amanat.

3)      Yang Harus Dimiliki seorang Pemimpin : Motivation dan Power of 4 kinds (Leader Power, Goal Power [vision], Follower Power, and Communicatioin Power)

4)      Prinsip-prinsip dasar operasional kepemimpinan Islam : Musyawarah, Adil, Kebebasan Berpikir.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Kartono, Dr Kartini. Pemimpin dan kepemimpinan. PT Raja Grafindo Persada. 1994. Jakarta.
  • Winardi, Dr, SE. Kepemimpinan dan Manajemen. PT. Rineka Cipta. 1990. Jakarta.
  • Mar’at, Pemimpin dan kepemimpinan. Ghalia. 1985. Jakarta.
  • Allah SWT, Al-Qur’an dan Terjemahnya. CV. Diponegoro. 2003. Bandung.
  • Abi Abdullah Muhammad bin Ismail (Al Bukhari). Shahih Bukhari. Darul Fikri,tt. Istanbul.
  • Sardar, Zainuddin. Masa Depan Islam. Pustaka. 1987. Bandung.
  • Matta, Anis. Dari Gerakan ke Negara. Fitrah Rabbani. 2006. Jakarta.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s