Menggapai Enterpreuner Islami Dengan Etos Kerja yang Tinggi

Posted: 05/05/2010 in Ekonomi Syariah
Tag:, ,

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT  yang atas kehendakNya-lah sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Mengapai Enterpreuner Islami Dengan Etos Kerja Yang Tinggi” ini dengan tepat pada waktunya. Juga tidak lupa shalawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya serta pengikutnya hingga akhir jaman..Amiin.

Penyusunan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “ Mengapai Enterpreuner Islami Dengan Etos Kerja Yang Tinggi” ini bertujuan untuk mengikuti perlombaan Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang pada Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) 2010 yang bertempat di IAIN Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI).

Saya menyadari, sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan karya ilmiah, bahwa karya ilmiah ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif agar karya ilmiah ini menjadi lebih baik dan berdayaguna di masa mendatang.

Harapan saya sebagai penulis, mudah-mudahan karya ilmiah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan aktivis mahasiswa ekonomi Islam terutama rekan-rekan saya di FoSSEI, dan khususnya bagi diri penulis sendiri.Amin.

A.   ABSTRACK

@è%r (qè=yJôã$# “uŽz|¡sù ª!$# öä3n=uHxå ¼ã&è!qߙu‘ur tbqãZÏB÷sßJø9$#ur ( šcr–ŠuŽäIy™ur 4’n<Î) ÉOÎ=»tã É=ø‹tóø9$# Íoy‰»pk¤9$#ur /ä3ã¥Îm7t^ã‹sù $yJÎ/ ÷LäêZä. tbqè=yJ÷ès? ÇÊÉÎÈ

Artinya : Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS At-Taubah (9) : 105)

Keyword : alquran, etos, kerja

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Islam adalah sesungguhnya agama yang mulia dan sempurna karena di dalam Islam telah diatur segala jenis kehidupan manusia dari dia bangun tidur sampai ia tertidur kembali kembali. Di dalam berkerja pun Islampun telah mengatur bagaimna seseorang itu harus berpola dan bertingkah laku sesuai dengna kaidah-kaidah Islam.

Etos kerja dalam arti luas menyangkut akan akhlak dalam pekerjaan. Untuk bisa menimbang bagaimana akhlak seseorang dalam bekerja sangat tergantung dari cara melihat arti kerja dalam kehidupan, cara bekerja dan hakikat bekerja. Dalam Islam, iman banyak dikaitkan dengan amal. Dengan kata lain, kerja yang merupakan bagian dari amal tak lepas dari kaitan iman seseorang.

Idealnya, semakin tinggi iman itu maka semangat kerjanya juga tidak rendah. Ungkapan iman sendiri berkaitan tidak hanya dengan hal-hal spiritual tetapi juga program aksi.

Dalam hal pengembangan diri menjadi entrepreuner Islampun maka etos kerja yang tinggi dan telah diatur baik di dalam Al-Qur’an maupun al-Hadis sehingga kita bisa menjadi seorang entrepreuner yang tangguh, maju, dan berakhlakul karimah. Untuk lebih jelasnya membahas masalah diatas maka penulis akan menyajikannya melalui tulisan penulis di bawah ini.

2. Rumusan Masalah

Karya Tulis Ilmiah ini memiliki beberapa rumusan masalah antara lain sebagai berikut:

1. Apakah itu etos kerja?

2. Bagaimana etos kerja dalam Islam?

3. Bagaimana cara pandang seorang muslim terhadap etos kerja?

4. Apakah yang harus dilakukan untuk mencapai etos kerja yang Islami?

3. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan dan Manfaat karya Tulis ini antara lain sebagai berikut:

1. Memenuhi Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam (LKTEI) TEMILNAS IX 2010 yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) Nasional.

2. Mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan etos kerja terutama hal- hal yang harus dilakukan untuk menggapai entrepreneur Islami melalui etos kerja yang tinggi.

3. Meningkatkan semangat dan jiwa kewirausahan bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

4. Menambah wawasan keilmuan entrepreneur.

BAB II

ISI

A.   Pengertian Etos Kerja

Kata-kata etos pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yang berarti watak atau karakter. Maka makna etos selanjutnya adalah karakteristik dan sikap, kebiasaan serta kepercayaan yang bersifat khusus tentang seorang individu atau sekelompok manusia. Dan dari perkataan etos terambil pula kata “etika” dan “etis” yang merujuk kepada makna “akhlaq” atau bersifat “akhlaqi”, yaitu kualitas esensial seseorang atau sekelompok orang termasuk satu bangsa. Juga dikatakan bahwa etos berarti jiwa khas suatu kelompok manusia. Dari jiwa yang khas itu berkembang pandangan bangsa tersebut tentang yang baik dan buruk, yakni etikanya. Oleh karena itu etos kerja dapat kita pahami sebagai kualitas esensial dari kerja seorang individu atau sekelompok orang termasuk juga suatu bangsa, dimana kualitas tersebut merupakan pancaran dari sistem nilai serta ide yang mereka yakini.

Adapun “kerja” jika dijalankan sesuai ajaran Islam, ia merupakan salah satu bentuj jihad yang tidak dapat dipisahkan dari signifikansi religius dan spiritual yang tercakup didalamnya. Didalam bahasa Arab kata “kerja” biasanya disebut ‘amal dan shun’ yang nanti akan melahirkan berbagai derivasinya, seperti ma’mal (laboratorium) atau shâni’ (produsen). Diantara kedua kata ini, yang pertama berarti “tindakan”, sedangkan yang kedua berarti “membuat” atau “memproduksi” sesutau yang dalam pengertian artistik dan keterampilan. Dalam kaitannya dengan dunia sekitar mereka, manusia memenuhi dua macam fungsi; pertama, bertindak didalam atau terhadap dunia. Kedua, membuat sesuatu dengan mengolah ulang bahan-bahan dan objek-objek yang diambil dari dunia sekelilingnya.

Pada prinsipnya, etika (etos) kerja dalam Islam melingkupi dua macam fungsi ini, yaitu ‘amal atau shun’, sebab ajaran Islam melingkupi seluruh jaringan tindakan perbuatan manusia. Sementara prinsip-prinsip aspek shun’ atau “seni” dalam pengertian primordial kata itu, berkaitan dengan dimensi spiritual pewahyuan Islami, maka aspek etis baik dari ‘amal maupun shun’ atau apa yang secara lahiriah dikerjakan manusia, ditemukan petunjuk-petunjuknya serta ajaran-ajarannya dalam Islam.

Etos kerja merupakan totalitas kepribadian diri serta cara mengekspresikan, memandang, meyakini, dan memberikan sesuatu yang bermakna, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high performance).

Etos kerja muslim didefenisikan sebagai sikap kepribadian yang melahirkan keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya, menampakkan kemanusiaannya, melainkan juga sebagai suatu manifestasi dari amal saleh. Sehingga bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip iman bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, melainkan sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah yang didera kerinduan untuk menjadikan dirinya sebagai sosok yang dapat dipercaya, menampilkan dirinya sebagai manusia yang amanah, menunjukkan sikap pengabdian sebagaimana firman Allah, “Dan tidak Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyat : 56)

Seorang muslim yang memiliki etos kerja adalah mereka yang selalu obsesif atau ingin berbuat sesuatu yang penuh manfaat yang merupakan bagian amanah dari Allah.

B.  Landasan Hukum Etos Kerja Dalam Islam

a.  Al-Qur’an

@è%r (qè=yJôã$# “uŽz|¡sù ª!$# öä3n=uHxå ¼ã&è!qߙu‘ur tbqãZÏB÷sßJø9$#ur ( šcr–ŠuŽäIy™ur 4’n<Î) ÉOÎ=»tã É=ø‹tóø9$# Íoy‰»pk¤9$#ur /ä3ã¥Îm7t^ã‹sù $yJÎ/ ÷LäêZä. tbqè=yJ÷ès? ÇÊÉÎÈ

Artinya : Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS At-Taubah (9) : 105)

ö@è% ÉQöqs)»tƒ (#qè=yJôã$# 4’n?tã öNà6ÏGtR%s3tB ’ÎoTÎ) ×@ÏB$tã ( t$öq|¡sù šcqßJn=÷ès? `tB Ücqä3s? ¼çms9 èpt7É)»tã ͑#¤$!$# 3 ¼çm¯RÎ) Ÿw ßxÎ=øÿムšcqßJÎ=»©à9$# ÇÊÌÎÈ

Artinya : “ Katakanlah : Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (diantara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya orang yang dzalim itu tidak akan mendapat keberuntungan” QS Al An’am (6) : 135)

uqèd “Ï%©!$# Ÿ@yèy_ ãNä3s9 uÚö‘F{$# Zwqä9sŒ (#qà±øB$$sù ’Îû $pkÈ:Ï.$uZtB (#qè=ä.ur `ÏB ¾ÏmÏ%ø—Íh‘ ( Ïmø‹s9Î)ur â‘qౖY9$# ÇÊÎÈ

Artinya : “Dialah Yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. al-Mulk (67)  : 15)

߉÷Kptø:$# ¬! ü“Ï%©!$# tAt“Rr& 4’n?tã Ínωö7tã |=»tGÅ3ø9$# óOs9ur @yèøgs† ¼ã&©! 2%y`uqÏã ÇÊÈ $VJÍhŠs% u‘É‹ZãŠÏj9 $U™ùt/ #Y‰ƒÏ‰x© `ÏiB çm÷Rà$©! tÏe±u;ãƒur tûüÏZÏB÷sßJø9$# z`ƒÏ%©!$# šcqè=yJ÷ètƒ ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ¨br& öNßgs9 #·ô_r& $YZ|¡ym ÇËÈ šúüÏVÅ3»¨B ÏmŠÏù #Y‰t/r& ÇÌÈ

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Qur’an, dan Dia tidak membuat sesuatu yang tidak lurus di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan (manusia) akan siksa yang pedih dari Allah dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman, yang mengerjakan  amal soleh, bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. Mereka (akan menikmati kehidupan sorga)  kekal di dalamnya untuk selamanya(al-Kahfi (18) :1-3)

b.  Hadis

“sesungguhnya semua pekerjaan atau perbuatan itu tergantung pada niat-niat yang dimiliki para pelakunya, jika tujuannya tinggi (mencari ridho Allah) maka ia akan mendapatkan nilai kerja yang tinggi, dan jika ia tujuannya rendah (seperti mencari popularitas, mencari wanita) maka ia akan mendapatkan nilai kerja yang rendah serendah tujuannya” (al-Hadits).

“sesungguhnya Allah mewajibkan ihsân atas segala sesuatu. Karena itu jika kamu membunuh, maka ber- ihsân-lah dalam membunuh itu, dan jika kamu menyembelih itu, hendaklah seseorang menajamkan pisaunya dan menenangkan binatang sembelihan itu”. (al-Hadits).

C.   Masalah –Masalah yang Menghambat Etos Kerja  Dalam Menggapai Enterpreunership

Masalah –Masalah yang Menghambat Etos Kerja  Dalam Menggapai Enterpreunership adalah

1. Kesalahan paradigma berpikir terhadap tindakan, cth : pesimis, aku tidak bisa

2. Kesalahan paradigma beribadah, cth : ibadah hanya sebatas maghdah

D.  5 Prinsip Kerja Seorang Muslim (Etos Kerja dalam Islam) Dalam Menggapai Enterpreunership

1. Kerja, aktifitas, ‘amal dalam Islam adalah perwujudan rasa syukur kita kepada ni’mat Allah SWT. (QS. Saba’ [34] : 13)

2. Seorang Muslim hendaknya berorientasi pada pencapaian hasil: hasanah fi ad dunyaa dan hasanah fi al-akhirah – QS. Al-Baqarah [002] : 201)

3. Dua karakter utama yang hendaknya kita miliki: al-qawiyy dan al-amiin. QS. Al-Qashash [28] : 26

Al-qawiyy merujuk kepada : reliability, dapat diandalkan. Juga berarti, memiliki kekuatan fisik dan mental (emosional, intelektual, spiritual), Sementara al-amiin, merujuk kepada integrity, satunya kata dengan perbuatan alias jujur, dapat memegang amanah.

4. Kerja keras. Ciri pekerja keras adalah sikap pantang menyerah; terus mencoba hingga berhasil. Kita dapat meneladani ibunda Ismail a.s. Sehingga seorang pekerja keras tidak mengenal kata “gagal” (atau memandang kegagalan sebagai sebuah kesuksesan yang tertunda)

5. Kerja dengan cerdas. Cirinya: memiliki pengetahuan dan keterampilan; terencana; memanfaatkan segenap sumberdaya yang ada. Seperti yang tergambar dalam kisah Nabi Sulaeman a.s.

Jika etos kerja dimaknai dengan semangat kerja, maka etos kerja seorang Muslim bersumber dari visinya: meraih hasanah fid dunya dan hasanah fi al-akhirah

Jika etos kerja difahami sebagai etika kerja; sekumpulan karakter, sikap, mentalitas kerja, maka dalam bekerja, seorang Muslim senantiasa menunjukkan kesungguhan

E.  Cara Pandang Seorang Muslim Terhadap Etos Kerja

Cara pandang untuk melaksanakan sesuatu harus didasarkan kepada tiga dimensi kesadaran, yaitu :

• Dimensi makrifat (Aku Tahu)

Makrifat Alam Diri Pribadi

7 knows

1. tahu siapa aku, apa kekuatan dan kelemahanku

2. tahu apa pekerjaanku

3. tahu siapa pesaingku dan kawanku

4. tahu produk yang akan dihasilkan

5. tahu apa bidang usahaku dan tujuanku

6. tahu siapa relasiku

7. tahu pesan-pesan yang akan kusampaikan

• Dimensi hakikat (aku berharap)

Sikap diri untuk menetapkan sebuah tujuan kemana arah tindakan dilangkahkan. Setiap pribadi muslim meyakini bahwa niat atau dorongan untuk menetapkan cita-cita merupakan ciri bahwa dirinya hidup.

• Dimensi syariat (aku berbuat)

Pengetahuan tentang peran dan potensi diri, tujuan serta harapan-harapan hendaklah mempunyai arti kecuali bila dipraktikkan dalam bentuk tindakan nyata yang telah diyakini kebenarannya.

Bekerja untuk mencari fadhilah karunia Allah, menjebol kemiskinan, meningkatkan taraf hidup, martabat, dan harga diri.

Harapan (hope) hanya bisa diraih bila memenuhi kualitas kepribadian yang secara metaforis dapat digambarkan dalam rumus :

Quality of your (head + heart + hand) + hard working = hope

Yang membedakan semangat kerja dalam Islam adalah kaitannya dengan nilai serta cara meraih tujuannya. Bagi seorang muslim bekerja merupakan kewajiban yang hakiki dalam rangka menggapai ridha Allah. Sedangkan orang kafir bermujahadah untuk kesenangan duniawi dan untuk memuaskan hawa nafsu.

Dijepang dikenal sebuah istilah Keizen yang dipelopori oleh Masaaki Imai, yakni semangat untuk terus-menerus melakukan perbaikan yang melibatkan setiap orang mulai dari pimpinan puncak sampai pekerja lapangan. Salah satu motonya adalah “Engineers at Japanese plants are often warned, ‘There will be no progress if you keep on doing things exactly the same way’” (para insinyur di Jepang sering diingatkan akan sebuah moto, ‘Tidak pernah akan ada kemajuan jika Anda mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama dari waktu ke waktu)

F.  25 Ciri Etos Kerja Muslim Dalam Menggapai Enterpreunership

• Mereka kecanduan terhadap waktu → Menyusun tujuan, realisasi, kerja, evaluasi

• Hidup berhemat dan efisien

• Ikhlas

• Jujur

• Memiliki komitmen → Tekad dan keyakinan, tidak mudah menyerah

• Istiqomah

Ringkasan, Membudayakan Etos Kerja Islami 2

• Berdisiplin → berhati-hati dan tanggungjawab dalam kerja

• Konsekuen dan berani menghadapi tantangan

• Memiliki sikap percaya diri

• Kreatif

• Bertanggungjawab → kerja sebagai amanah

• Mereka bahagia karena melayani/ menolong

• Memiliki harga diri

• Memiliki jiwa kepemimpinan

• Berorientasi ke masa depan

• Memiliki jiwa wiraswasta

• Memiliki insting bertanding

• Mandiri (Independent)

• Kecanduan belajar dan haus mencari ilmu

• Memiliki semangat perantauan

• Memperhatikan kesehatan dan gizi

• Tangguh dan pantang menyerah

• Berorientasi pada produktivitas

• Memperkaya jaringan silaturahim

• Memiliki semangat perubahan

G.   Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai etos kerja yang islami

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai etos kerja yang islami adalah :

1. Percaya diri dan optimis

2. Jiwa yang merdeka

3. Allah always in my heart

4. Berwawasan

5. Memiliki kemampuan bersaing

6. Berpikir positif

7. Memiliki harga diri

8. Berorientasi ke depan

PENUTUP

Sesungguhnya etos kerja dalam Islam sudah banyak dinungkapkan diberbagai ayat Al-Qur’an ataupun diuraikan dalam al-Hadis. Kini sudah saatnyn akita sebagai umat Muslim menyadari makna dari etos kerja dalam silam itu sendiri sehingga tercipta kesadaran yang berdasarkan kepada pengetahuan itu akan tercipta sebuah budaya yang melihat perkerjaan sebagai sebuah manifestasi pengabdian kepada Allah SWT (Ibadah Oriented) bukan hanya berdasarkan pada duniawi dan keuntungan semata (profit oriented).

Sehingga etos kerja ini bisa menumbuhkan semangan enterpreunership ditengah-tengah umat Islam dan menjadikan umat ini sebagai bangsa yang kreatif, unggul, maju, dan berkompeten dalam bidang ekonomi sehingga bisa menghilangkan ataupun mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan di tengah-tengah umat.  Wallahu ’alam bis shawab.

DAFTAR PUSTAKA

Al Quran dan Terjemahnya

Iqbal, Sheikh Mohd, Misi Islam.Jakarta, Penerbit Gunung Jati, 1982

Kuntowijoyo, Identitas Politik Umat Islam, Bandung, Mizan, 1997

Madjid, Nurcholis, Islam: Doktrin dan Peradaban.Jakarta, YayasanWakaf Paramadina, 1999

——————–, IslamDoktrin dan Peradaban, Jakarta, Paramadina , 2005.

Nasr, Sayyid Hussein , Pandangan Islam Tentang Kerja, Dalam Ulumul Qur’an, Vol. II.1990 M/1411 H.

Tasmara, Toto, Membudayakan Etos Kerja Islami, Jakarta, Gema Insani Press, 2002.

Ul Haq, Fajar Riza , Agama Ditengah Kemiskinan, dalam Jurnal Maarif,  vol.  2,  no. 1, Januari  2007.

http://bisnisunix.blogspot.com/2009/11/etos-kerja-dalam-islam.html

http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-grey-2002-drs-5639-kerja&q=Kerja

http://djohar1962.blogspot.com/2010/01/etos-kerja-dalam-islam-monday-07.html

http://fareed-cerdas.blog.friendster.com/2007/11/memaknai-kembali-etos-kerja-dengan-spirit-islam/

http://leppa.um.ac.id/?p=163

http://mhamzah.multiply.com/journal/item/18

http://pustaka.wordpress.com/2007/01/06/48/

http://pustakahanan.googlepages.com/RingkasanEtosKerjaIslami-TotoTasmara.pdf

http://web.ipb.ac.id/~kajianislam/?p=12

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s